BLITAR – Sebuah momen penuh makna terekam di Kota Blitar, Jawa Timur, pada Kamis (30/7/2026). Frederik Kiran, cucu Soekarno dari mendiang Presiden ke-1 RI, melakukan kunjungan spiritual dengan berziarah ke Makam Bung Karno.
Ziarah ini bukan sekadar kunjungan rutin seorang anggota keluarga kepada leluhurnya. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bagi publik bahwa nilai-nilai luhur dan perjuangan Bung Karno tetap hidup serta terus dijaga teguh oleh masyarakat.
Kedatangan putra dari Kartika Soekarno ini disambut sangat hangat oleh masyarakat setempat, serta jajaran pengurus PDI Perjuangan (PDIP) dari Kota Surabaya dan Kabupaten Blitar. Tak ayal, kehadirannya langsung menjadi pusat perhatian para peziarah lain yang tengah memadati kompleks bersejarah tersebut.
Penghormatan untuk Sang Pendiri Bangsa
Bagi banyak pihak, momen Frederik Kiran cucu Soekarno menyambangi Blitar menjadi simbol kuatnya ikatan batin keluarga dengan tanah tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator.
Dalam kesempatan istimewa itu, pemuda keturunan Indonesia-Belanda ini mengungkapkan rasa bahagianya karena akhirnya dapat menjejakkan kaki dan berziarah langsung ke pusara kakeknya. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai sebuah kehormatan yang luar biasa.
"Ini adalah kehormatan besar bagi saya untuk akhirnya bisa berziarah langsung ke makam kakek saya. Ini adalah bentuk penghormatan kepada sosok yang telah meletakkan dasar berdirinya Republik Indonesia," ungkap Frederik Kiran, Sabtu (1/8/2026).
Ajak Teman Sekolah Mengenal Sosok Ir. Soekarno
Ada pemandangan menarik dalam kunjungan spiritual ini. Frederik Kiran rupanya tidak datang sendiri, melainkan turut membawa serta sejumlah teman sekolahnya dari luar negeri untuk ikut berziarah ke Makam Bung Karno.
Langkah ini diambil dengan tujuan mulia: memperkenalkan secara langsung sosok sang kakek beserta rekam jejak perjuangannya kepada kawan-kawannya.
Frederik berharap, generasi muda dari berbagai latar belakang dan negara dapat mengenal lebih dekat pemikiran emas serta jasa Bung Karno, yang pengaruhnya tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga oleh dunia internasional.
Setelah memberikan penghormatan khusus, rombongan melanjutkan kegiatan dengan doa bersama dan prosesi tabur bunga. Suasana khidmat sangat terasa menyelimuti area makam.
Rangkaian ziarah ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk kembali menggaungkan warisan pemikiran dan semangat kebangsaan Bung Karno sebagai fondasi kemajuan bangsa di masa depan.
Editor: R-Win
